Powered By Blogger
Islamik Testimonial


Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Wednesday, October 14, 2009

ESOK

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu kamu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran); supaya kamu bersyukur" (An-Nahl:78)

Terkenang kembali saat mula-mula masuk MMMC. Dalam keadaan tak tahu apa-apa tentang Anatomy, Physiology, Biochemistry, Pathology, Microbiology, Pharmacology, lecturer ku mengajar penuh sabar anak-anak didiknya. Sungguh 2 tahun yang bermakna kerana dengan izin-Nya aku memahami tubuh badan manusia, aktiviti-aktiviti yang berlaku dalam badan manusia yang sangat hebat. Sungguh sangat terbukti kekuasaan-Nya dan betapa kerdilnya manusia di sisi Tuhan. Manakan sama proses pengklonan akan menghampiri penciptaan-Nya. Sungguh manusia bergelar doktor tidak sama sekali boleh menyamai Tuhan. Andai berjaya menyelamatkan pesakit bukanlah dengan kepandaian dan kebijaksanaan yang dimiliki tapi atas kehendak-Nya jua. Perjalanan mendalami ilmu perubatan masih panjang. Semakin banyak yang cuba dipelajari semakin banyak perkara yang tidak diketahui. Hendak mengagumi pakar-pakar perubatan kerana ketangkasan mendiagnosa dan merawat? Hebat lagi kepada Maha Pencipta yang menciptakan manusia, mendatangkan penyakit dan memberi ilmu-ilmu kepada pengamal perubatan. Dan kini, 2 langkah yang diperlukan untuk menamatkan pengajian. Cukupkah dengan ilmu yang ada? Masih terasa sangat cetek. Masih lagi tidak layak. Namun, syukur Alhamdulillah jika dibandingkan lebih 3 tahun lalu, sedikit demi sedikit ilmu dikutip dalam melengkapkan diri untuk menjadi doktor. Perjalanan masih lagi panjang lagi-lagi apabila memikirkan hendak menyambung pengajian untuk menjadi pakar. Semakin dikejar arah itu, semakin merasa betapa hinanya manusia. Ilmu yan didapati masih sedikit. Hanya secedok air yang diambil dari lautan. Satu yang kupinta, andai berjaya kelak jangan lupa diri, jangan mendabik dada. Masih banyak ilmu yang belum terungkap. Masih banyak misteri yang belum terungkai. Dalam bidang inilah, rahsia-rahsia manusia terungkai.

Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk), (1) Dia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; (2) Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah; (3) Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan; (4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (5) (Al-Alaq:1-5)

Tahun-tahun mendatang, saat ini akan dikenang semula. Betapa banyak perkara telah dipelajari. Banyak perkara masih belum difahami. Moga-moga ilmu yang diperoleh kelak menjadi platform untuk mendekati-Nya. Moga setiap perkara baru dikaitkan dengan kehebatan-Nya. Moga perkataan Subhanallah terlancar dari bibir. Hari esok menanti. Penuh dengan cabaran dan dugaan. Diharapkan hari-hari mendatang akan ada agar dapat merenungi kembali saat ini.

Saturday, February 7, 2009

Eid Milad

HAPPY 23rd BIRTHDAY, DAMIA

Sunday, November 23, 2008

Faces of Me

Look how much I differ during Grand Dinner (INTEC) for 2005 and 2006 as well as during College Day for January 2007, December 2007 and November 2008


A bit tension-looked face..this is a candid pic
(Grand Dinner INTEC 2005)


More matured looking
(Grand Dinner INTEC 2006)

Don't have individual picture (College Day January 2007)

Pinkish and sweet (College Day December 2007)


The last College Day I've attended in MMMC, Manipal Campus

(College Day 2008)

Saturday, August 16, 2008

You Know It's Not Your Day When...

Yesterday is supposed to be a day for me to relax. Enjoying an outing after months of burying myself in books. However, it turns upside down. Everything is going well before I started to throw up during the ride to Mangalore. Gosh, I feel really terrible. And because of me, everyone is late for Dark Night show. I felt guilty. We're all a few minutes late for the movie. My seat is not even nearby with others. My abdomen is cramping. My stomach is growling since all content of my stomach has been thrown up. My headache superadding everything. No one offering me anything to clear my throat. I felt really sick. I just want to go back but I don't want disappointing others. They're really looking forward to watch Dark Knight. My expression makes others scared to say anything of me. They just keep quiet. Suddenly, my existence is not being appreciated. Its like I have just yelling or something at them. Err...hello, anyone? The journey back is much better but again I throw up. Luckily we have reached our apartment. However, I couldn't manage to go to bathroom, instead I throw up just outside the apartment. I was fortunate no one was there. It really a waste since my lunch which cost me Rs180 which safely reach the stomach two hours earlier has been thrown up. It's really not my day. Maybe I should take hyoscine (antiemetic) before starting the journey.

Saturday, August 2, 2008

Farewell 2nd Year

Just few weeks more and I will end my sweet-yet-hectic second year. Well, compared to other colleges, this is quite late since most of my friends who studying at other places have finishing theirs and having a nice, warmed holiday. Such a waste. By the time I've finishing mine, everyone has started third year. 25 days more. I just can't wait to be in home. Yet, 5 more days left to the ultimate finale of second year student, the greatest university examination. I just can't believe time can fly that fast. It just the same speed but because I've gone through those classes, practicals, internal exams, etc. I did not notice that it's almost at the end of the year. Good luck for me. Just a little bit patience and Insha-Allah everything will go fine

Wednesday, February 20, 2008

DIA tahu apa yang terbaik

Kebelakangan ini aku menerima banyak berita yang mengejutkan dan salah satunya benar-benar melukakan hati. Air mata dan suara mama jadi peneman. Namun tatkala membaca ayat-ayat-ayatNya:


..sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat [2:214]


Dan sungguh Kami benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yan benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu dan Kami akan uji perihal kamu [47:31]


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [2:216]


Dan terima kasih kepada Kak Fid atas tazkirah yang dipetik dari buku La Tahzan:

MENGAPA HARUS BERSEDIH JIKA ANDA MEMILIKI 6 FORMULA?
1)Percaya sepenuhya kepada Allah
2)Kesedaranku bahawa semua yg telah Allah takdirkan akan terjadi
3)Sabar adalah senjata terbaik yg mesti dipergunakan oleh org2 yg sedang mendapat ujian
4) Jika saya tidak bersikap sabar, lalu apa lg yg boleh saya lakukan? Dan kesedihan tidak akan boleh membantuku
5) Mungkin saja saya akan berada dlm keadaan yg lebih buruk daripada keadaan saya sekarang ini
6) Dari semasa ke semasa jalan keluar akan terus terbuka


Terima kasih kerana mengingatkan saya walaupun Kak Fid tak tahu apa yang terjadi sebenarnya.



~Dia Yang Maha Mengetahui~

Thursday, February 7, 2008

Tribute to Everyone



Thank you so much for everyone who wish for my birthday.

To my mum, I'm so sorry for worrying you. How I wish to get a hug and enjoy a special treat that you would prepare for me. To my father, I wish I can become brighter and get good results which will make you proud. How I wish, I complete my studies so that you would not think too much on how to earn enough money for us. I know you are tired. To my siblings (Abang, Amir, Kak Cik, Amin and Adik), I love you all. Thanks for the sms wishing for Along's birthday.

To my dearest bestfriend, I like your message the most:
Hearts could only love for a while, Feet could only walk some miles, Clothes won't forever be in style, but having you as my friend is forever worthwile. Happy 22nd birthday, Damia.
I would like to share a piece of chocolate-rich cake with you.

To my close friend who put up my birthday wish as his status in YM, I'm really touched.


To all my housemates who celebrated my birthday. Dinner at China Valley, Chocolate Fantasy from Coffee Day and Tiramisu at Piccolo's. A great treat. Plus, a special present: FREE trip to Old Trafford!



For friends who started sending testimonials, cards, smses since few days back, how a wonderful moment I have. Thanks a lot guys!!

To my halaqah's sisters, I'm surprised all of you remembered my birthday eventhough the intensity for the coming university exam fill the mind.

To 4 guys sharing a birthday present dedicated to me, it's a lovely present but I'm too old for that stuff.


Minna...arigato

A Day To Remember

'A year older, a step wiser'

Today 7th February 2008. It's my birthday today. I'm 22 year-old girl(?) already. A girl?Or a woman? Maybe I should say like this '..I'm not a girl, not yet a woman..'. Well, that's sound much better. I would first and foremost express my gratitude to HIM for give me such a wonderful life. Although I have encountered all the bitterness in my life, I knew that's for my sake. So that my life is not just a mere bland life. The moments He gives the tests, He wants me to be a good Muslimah. A better person on each day that have passed by. A humble and faithful servant. A great daughter. An example as an eldest sister. A friend whom others can depend on. An exceptional wife in future. A loving mother to her children. And I am thankful for His guide. For being born as Muslim. For being a real Muslim.

And so yesterday I've cried because just a small matter. Have I forget what He says? That a Muslim cannot say that he/she has strong faith until He tests him/her. I want things to happen according to my plan but it does not seem to happen the way it should be. So, I cried. I almost forget. And then I turned to His Book. I cried again. This time not because the thing which bothering me but due to my recklessness towards Him. Have I ever forget Al-Baqarah:216? Don't I remember As-Saff:2-3? How can I ever forget the promise made as mentioned in Al-An'am:162?

Here I am, haven't change my attitude even a bit. 'Learn to control, Damia, you can do it'. Build up the patience. They are other people behind you. Who support you. Who cherish you. Don't you remember an advice from a friend? 'You cannot settle the problems by shedding tears'. Have you forgot? Your bestfriend says 'I know you're strong. You can overcome all this'. Even if there's no one whom you can talk to, you still have HIM. He never turns you down. It's you who turn Him down.

Look at the bright side. You never know what will He gives you in future. If it's not in this world, it will probably in Afterlife.

Smile...and all your tears will fade away

Saturday, February 2, 2008

~ PeRHiaSaN DuNiA (TenTang AuRaT) ~

Perjalanan ke Interact Building menuju ke kelas 2c semalam sama seperti perjalanan hari-hari sebelumnya. Melalui jalan yang dipenuhi dengan anjing-anjing liar, melintasi jalan utama yang selalu berdebu dan dilalui lori-lori besar,mengelak najis-najis lembu yang bersepahan di atas jalan, semua itu dah menjadi rutin harianku. Pagi ini tidak terlalu terik. Bunyi hon bersahut-sahutan. Sudah lali di telinga ini. Jalan memang tidak pernah sunyi dengan hon. Sebenarnya, kalau anda berkenderaan di sini, anda WAJIB membunyikan hon. Jika diperhatikan kebanyakan kenderaan besar seperti lori dan bas pasti akan terpampang kenyataan 'Please horn' (Ayat yang telah di'sedap'kan sedikit. Bunyi ayat yang betul lagi kasar). Bunyi hon di sini terlalu kuat dan membingitkan. Kalau di Malaysia, membunyikan hon secara berterusan pasti akan menimbulkan kemarahan orang lain. Macam menunjukkan kemarahan. Di India, pemandu-pemandu di sini pasti akan berbalas-balas untuk membunyikan hon. Sudahlah berterusan, kuat pula tu. Tak kisahlah di Manipal, Delhi atau Bangalore, keadaan yang sama akan berlaku. Masa mula-mula tiba di India memang akan rasa tak biasa. Bingit telinga. Pening kepala juga kadang-kadang.

Eh, melalut pula. Hendak bercerita perkara lain, cerita pasal hon pula yang keluar. Apa yang hendak diceritakan sebenarnya adalah tentang aurat wanita. Persoalan yang selalu menimbulkan spekulasi dan perdebatan. Persoalan yang boleh mengundang kontroversi. Juga persoalan yang tidak akan sudah dibincangkan. Apa yang ingin dikatakan di sini hanyalah sekadar suatu sudut pandangan. Mungkin siapa-siapa yang mengalami akan merasanya.



Insiden pertama:

Semalam, ketika dalam perjalanan ke kelas, aku bertembung dengan rakan sekelasku yang berbangsa Cina. Seorang gadis yang mempunyai lekuk tubuh yang menarik. Dipadankan pula dengan skirt yang agak jarang separas lutut dan blaus berwarna jingga yang mengikut bentuk badannya. Memang cantik. Kami berbalas senyuman sambil meneruskan perjalanan. Aku ingin menyapanya tapi terlihat earphone yang tersangkut di telinganya aku mematikan hasratku. Kami teruskan perjalanan kami walaupun tidak beriringan. Sengaja aku memperlahankan langkahku. Di hadapan, kulihat beberapa pelajar lelaki daripada kolej lain memandang rakanku ini tanpa berkelip. Mereka memandangku juga tapi kembali mengalih pandangan mereka ke arah rakanku ini sekali lagi. Pandangan mata mereka masih tidak lagi lepas. Si gadis tidak perasan dia sedang diperhatikan. Aku tersenyum seketika. Sesetengah orang mungkin berkata, "Dasar lelaki, tak boleh nampak perempuan seksi". Betul, lelaki tidak menjaga pandangan. Mujur sahaja semuanya bukan Islam. Namun di sebalik itu, bukankah perempuan juga patut menjaga dirinya. Pakaian yang mencolok mata sudah tentu akan menarik perhatian lelaki.

Islam telah memberi garis panduan yang sempurna dalam adab-adab berpakaian bagi wanita. Betapa Islam benar-benar memelihara maruah wanita. Lihat sahaja keadaan sekarang. Bukan lelaki sahaja yang ter'seksa' melihat, kami wanita yang menutup aurat dengan sempurna juga berasa malu dengan sesetengah perlakuan kaum sejenis. Adakalanya, yang Melayu dan beragama Islam lebih dahsyat dari teman-teman yang bukan Islam. Berpakaian sopan lagi menutup aurat dapat menyelamatkan wanita daripada fitnah-fitnah yang tidak sepatutnya. Ibarat batu permata yang berkilauan yang dijaga dengan rapi dan dibalut dengan sebaik-baiknya begitulah juga wanita. Bukankah yang tersembunyi lebih indah. Fitrah wanita yang Tuhan ciptakan perlulah dilindungi.


Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. [Al-Ahzab:59]



Insiden kedua:

"Why you always look at me?" seorang rakan sekelas perempuan menujukan pertanyaan itu kepada rakan sekelas lelaki yang bukan beragama Islam. "If you look like that to Damia, you must have been slapped already,"tambah rakanku lagi. Aku terkedu sebentar. Kata-katanya itu ada benarnya. Aku sebenarnya agak tegas lebih-lebih lagi dengan rakan-rakan lelaki. Mungkin ada juga yang beranggapan aku ini garang. Biarlah. Daripada aku melayan usikan dan gurauan yang bukan-bukan lebih baik aku buat kerja lain. Atau berdiam diri. Kalau ramah bukan pada tempatnya boleh menimbulkan penyakit hati pula. Dek sikap yang serius inilah aku jarang diganggu oleh rakan lelaki yang bukan beragama Islam yang seorang ini.

Berhijab bukan sekadar menutup kepala dan tubuh badan sahaja tetapi juga tingkahlaku dan tutur kata perlu dijaga. Apatah lagi bersuara lembut dan manja. Mungkin secara semulajadi ada sesetengah yang memang bersuara lembut. Memang sukar. Bagaimana untuk berbicara? Khuatir boleh menimbulkan perasaan yang bukan-bukan kepada sang ikhwah yang bertanya. Berhijab tapi masih memanja-manjakan suara masih lagi boleh menjadi fitnah bagi wanita. "Apa ni, itu tak boleh buat, ini tak boleh, apa yang boleh?Macam menyekat hak kebebasan pula." Benarkah begitu? Bagi diri sendiri, aku tak pernah berasa begitu. Wanita perlulah menunjukkan sedikit ketegasan agar diri lebih dihormati. Orang lain (terutamanya lelaki) akan takut untuk berkata yang bukan-bukan. Hanya berkomunikasi untuk perkara-perkara yang penting. Bukan kata-kata kosong dan tidak bertujuan.



Insiden ketiga:

"Damia, why are you wearing socks?Why not just put on the sandals only?Why must you wear the socks?"

Aku sekadar tersenyum. Jawabku, "Because in Islam a woman need to cover everything except her hands and face." Rasanya tak perlulah aku memberitahu masih ada kekhilafan sama ada perlu memakai stokin atau tidak.

"Then, why don't you just wear the shoes?"

"Hehe..because I prefer to use sandals. I can move my digits"



Insiden keempat:

"Damia, can I ask you something?"

"Yes,go on."

"Hmmm...why you wearing this?" (merujuk kepada hand socks)

Belum sempat membuka mulut, rakan di sebelahnya berkata (rakan sekelas lelaki yang berbangsa India), "Aiyo Jayanti, it's because she wants to cover her forearms, right Damia?"

"Huhu...yes, you are correct"ujarku pula.

"Not like you, baju penuh lubang-lubang" (merujuk kepada belahan di bahagian belakang salwar kameez yang dipakainya)

Aku tertawa. Kata-katanya ada benarnya.

Lihat sahaja, bagaimana sesetengah teman-teman yang belum mendapat hidayah-Nya mengetahui tentang kepentingan aurat dalam Islam. Malunya kalau yang bukan Islam bertanyakan hal sedemikian tetapi diri sendiri belum menjaga aurat dengan sebaik-baiknya.


Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan (kemaluan) mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka... [An-Nur:31]

Malah cara pemakaian tudung juga menyebabkan seseorang wanita itu mendapat layanan yang sedikit berbeza daripada orang-orang di sekelilingnya. Tudung labuh vs tudung selempang. Yan bukan Islam pun tahu, si pemakai tudung labuh ni mesti devoted berbanding si pemakai tudung selempang. Orang lain lebih segan dengan yang bertudung labuh. Terfikir juga,tidak hairankah rakan-rakan bukan Islam melihat pelbagai cara bertudung. Mungkin mereka menganggapnya sebagai fesyen.




4 situasi yang cukup memberikan hikmah betapa pentingnya aurat wanita. Sekalipun nampak kecil, tapi bagi pandanganku banyak memberikan makna. Betapa syariat-Nya bukan bertujuan menyusahkan tetapi menyelamatkan wanita. Tak perlu risau tentang gaya rambut. Tak perlu risau membetul-betulkan baju yang singkat. Islam memudahkan bukan?

Monday, January 28, 2008

Holiday Anyone???

Good news for everyone!!!!!

Dean was extremely proud with the marching performed by some of the classmates. He expressed his delightfulness towards the marchers for marching neatly and wearing colourful outfits (actually everyone was wearing baju melayu including the girls). It must be really different and perhaps, the sense of Malaysian culture can be felt at that moment. I did not manage to watch it but I know it has attracted others eventhough they did not win 'The Best March'. But, Dean said if 'The Most Colourful Outfit' category ever exist, that reward would go to them. Hahaha..thanks Dean for such a wonderful compliment. He said that the march was much better than previous batch. As a reward, he granted us with one day off in which we can choose the date whenever we want. He added with announcing the prize giving ceremony which will be held this Saturday and inviting each one of us. "After the ceremony, you will have tea, snacks and ice-cream. This time, I ask them (Valley View Hotel) to prepare a lot of ice-cream. Wow..it was so kind of you Dean. We should express a million of gratitude to you. Previously (about a week ago), he announced that the college allowed us to extend our holiday after the second year University Exam so that we are able to celebrate Hari Raya Aidilfitri in Malaysia. I overjoyed. Before the announcement I really hope that we can extend the holiday. It's like he is reading my mind. I have the chance to celebrate the Eid with my family. Thank you so much Dean. We love you!!!

Saturday, January 19, 2008

Suatu Hujung Minggu

Sudah beberapa hari tidak menulis blog. Agak sibuk akhir-akhir ini.

Hujung minggu bertandang kembali. Berakhir sudah satu minggu yang dipenuhi dengan tuntutan-tuntutan sebagai orang pelajar. Tak lapang nampaknya hujung minggu ni. Dua ujian menunggu minggu hadapan. Presentation untuk SDL lagi. Kemalasan sedikit meresap. Kerja melambak-lambak. IQRA' perlu dihadiri. Usrah perlu diteruskan setelah dua minggu tak diadakan kerana kesibukan anak-anak buah dengan peperiksaan blok. Tiada ruang untuk diri sendiri. Eh,apa ni? Mengeluh pula. Aku perlukan kekuatan untuk menghadapi minggu hadapan. Namun, aku tak mahu meninggalkan tanggungjawab selain tanggungjawab sebagai seorang pelajar. Inilah pengorbanan. Berkorban masa lapang dalam menelaah kalam Allah, meningkatkan ilmu tentang Islam dalam pelbagai aspek di samping mengulangkaji pelajaran untuk menghadapi ujian. Masa yang ada cuba diseimbangkan dengan sebaik-baiknya, tidak terlalu diberatkan ke mana-mana arah.

Ilmu dunia yang dikejar, ilmu akhirat ingin dipertingkatkan. Masa yang ada agak terhad. Tak mengapalah, ikut kemampuan diri. Visi untuk mendapat markah distinction untuk peperiksaan blok perlu diusahakan dengan gigih. Keputusan peperiksaan blok lepas yang kurang memberangsangkan perlu dianalisis semula. Mungkin cara aku menulis jawapan yang tidak menepati kehendak pemeriksa yang menyebabkan sedikit markah diperoleh. Walau bagaimanapun, aku bersyukur kerana lulus dalam semua subjek tatkala ramai yang kecundang. Keputusan yang agak mengejutkan seisi batch. Belajar perlu konsisten. Bukan menunggu pada akhir waktu. Misi mempertingkatkan bacaan Al-Quran perlu ditambah. Alhamdulillah dengan kewujudan IQRA' sedikit sebanyak membantuku. Banyak yang dapat dipelajari. Sedar akan kelemahan bacaan dan tajwid. Silapku juga kerana tak bersungguh-sungguh mempelajari dulu. Tak mengapa, tidak terlalu lambat untuk meningkatkan bacaan. Asalkan ada kemahuan dan usaha.

Saturday, January 12, 2008

shocked...sad...ashamed...

A friend of mine asked me something after Maghrib prayer last night. Something which shocked me. I never knew that non-Muslims have those kind of thoughts. A non-Muslim girl asked my friend why Islam demanded the followers especially women during her menstruation to wash the pads before disposing it. And my friend asked her back what made her think like that. She said that back during her matriculation days, when everyone has to share the bathroom, a Muslim girl told her to do so, if not a 'monster' would come out at night and 'eat' the blood from the unwashed pads. She really disagreed. And she said, if the 'monster' really come out then it would only find the Muslimah's pads not others since Islam demanded to do that. My friend tried to explain her that the reason most of the Muslimahs do that not because Islam asserting it but for hygienic reason. It's true. It did not mention anywhere that in Islam a woman should washed first before properly disposing it. What Islam says that the cleanliness is important in daily life. I felt sorry for this non-Muslim girl as she has misunderstood the situation. A girl who told her insisting her to do something which she thinks a bit illogical. I hope this misunderstanding has been cleared by eventhough the explanation given not fully satisfied her.

It reminds me how we, as Muslims have to set a good example not only among Muslims but also to the non-Muslims. Whatever we do, it gives reflection to Islam. Ikhtilat (mingling between men/boys and women/girls) is one of the aspects which most of us take it lightly. How many times we see Muslims of opposite gender holding hands, ride on same motorbike (common situation here) etc till it become a taboo for others to look at. I remembered someone told me about a non-Muslim who thought when a guy and girl become a couple, they can hold the hands of each other! How sad it is. Don't we feel ashamed with ourselves? We said that we're Muslims but how could we allow such things to happen. We have misunderstood our non-Muslims friend. We make them confused about what Islam has taught us. We pray five times a day and yet we do the wrongdoings. Solah is supposed to prevent us from doing those things which are prohibited in Islam but the situation is unlikely to happen that way. Why? Because we separate the religion with the daily life. Because we don't perform the solah with full of concentration and think only Him. Because we don't use Al-Quran as the sole guideline apart the Sunnah. All this would not happen if we follow what has been taught in Islam accordingly. Love Islam wholeheartedly and return to His path so that our lives will be bless here and Hereafter, Insha-ALLAH.

Thursday, January 25, 2007

The Different Angle About Lecturers

Just few hours back I was at Valley View's lawn,attending an annual function conducted by the college.At first I thought it was just a typical Annual College Day where people came and dress up nicely,having some good food and enjoying the show.Yeah it still a typical event for me except for one part, performance by LECTURERS!A few days before I was told that some lecturers would do some performance which at that time I'm not pretty sure whether my lecturers would really do it or not.And that was the main reason I attended the function,to watch them not as lecturers but as performers. Although my dress was still with the tailor and I need to mix-and-match my outfit as I don't have other dress,I don't care how I look like anymore (REALLY?).Naahh..I have decide to come since the first time it has been announced by the Dean.Indeed,I'm a bit jealous with the seniors with their fabulous appearance and how I looked so simple compared to them.Nothing glamourous with my dress.I just looking forward for the show,NOT from the students but from the lecturers.I don't think lecturers in Malaysia are as sporting as they are.And the Dean too,I'm really surprise he was on stage,dancing like a crazy man.I don't know that Mr 'Rain Clap' can dance greatly eventhough he just only shaking his body.Ballet by Mr Ganesh Kamath and Mr Sathish Nayak is the funniest part.After this whenever I'm studying GIT chapter,I would remember him.Not to forget female lecturers who did the classical as well as the modern dancing.An experience which I don't think I can get it in other places.The rugged Dr Maya Roche and Dr Parineetha,the graceful Dr Indira and Dr Surekha Bhath..how can I ever forget that.Looking forward to next year performance..huhu